@ignielat (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
.
LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦

Wednesday, April 20, 2016

KODIM 0726 SUKOHARJO DAMPINGI PETANI JUAL HASIL PANEN PADI KE BULOG

Rabu (20/4/2016) Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo bersama TNI dari Kodim 0726 Sukoharjo yang tergabung dalam  satgas serapan gabah petani (Sergap) melaksanakan pendampingan dan memfasilitasi   penyerapan hasil panen petani oleh Bulog. Satgas ini dikomandani langsung oleh Dandim 0726 Sukoharjo Letnan Kolonel Inf Taufan Widiantoro, S.I.P dan beranggotakan seluruh jajaran hingga tingkat bawah dalam hal ini Babinsa.
Dandim 0726 Sukoharjo Letnan Kolonel Inf Taufan Widiantoro, S.I.P saat meninjau langsung kegiatan SERGAP di lahan milik bapak Sugiyo alias Giat di depan Kantor kepala Desa Ngombakan Polokarto mengatakan bahwa berdasarkan rapat pemantapan Satgas Sergap yang dilaksanakan Selasa (12/4) di aula Kodim 0726 Sukoharjo bersama gapoktan dan Dinas pertanian untuk  menginformasikan  dan mendata jadwal panen petani di masing-masing lokasi. Sementara Dandim bersama anggota TNI lainnya akan berkordinasi langsung petugas Bolog sekaligus membawa uang ke lokasi panen untuk membayar hasil panen petani sesuai dengan ketentuan. "Jika betul kadar air hasil panen petani kita tidak memenuhi syarat, maka Bulog harus membuatkan berita acara sebagai dasar tidak terpenuhinya syarat pembelian oleh Bulog," katanya. Akan tetapi, apabila tidak ada alasan lain termasuk kadar air, maka Bulog wajib membeli gabah petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp3.700 per kilogram untuk gabah kering panen. Intinya hasil panen petani itu harus bisa terserap oleh Bulog sesuai dengan ketentuan kadar air yang ditetapkan" . Tujuannya, agar hasil panen petani tidak dijual ke luar daerah dengan penawaran tinggi, tetapi kemudian setelah diolah dikembalikan lagi untuk dijual dengan harga lebih tinggi. Dikatakannya, selama ini pembeli (tengkulak) datang langsung ke petani untuk membeli gabah petani dan karena petani tidak mau repot dengan biaya panen, maka petani pun menjual gabah mereka dalam bentuk hamparan. "Ini yang menyebabkan petani lebih memilih tengkulak bahkan menyebut tengkulak dewa penyelamat bagi petani, lalu Bulog dimana. Inilah yang kita coba jembatani dengan Satgas Sergap agar petani lebih sejahtera," katanya.