@ignielat (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
.
LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦

Thursday, September 7, 2017

DANRAMIL 06 KARTASURA BERIKAN MATERI RADIKALISME KEPADA MAHASISWA BARU STIE SURAKARTA

Sukoharjo (07/09/2017) Pada hari Rabu (06/09) pukul 13.30 s.d 14.30 WIB bertempat di Kampus STIE Surakarta Danramil 06/Kartasura memberikan pembekalan dengan materi Radikalisme kepada 300 0rang Mahasiswa baru STIE Surakarta. Hadir dalam kegiatan ini Danramil 06 Kartasura Dim 0726/Sukoharjo Kapten Chb Marsiyo sebagai pemateri, Dosen STIE bapak Drs. Zaelani serta para pengurus BEM STIE Surakarta.





Dalam pemaparannya Kapten Chb MArsiyo menjelasakan tentang Deradikalisasi agama adalah merupakan upaya untuk menanamkan pemahaman agama yang ramah dan damai dalam perspektif kebinekaan sehingga setiap pemeluk agama mau menerima perbedaan dengan wajar (tulus) dan lapang dada. Merespons perbedaan secara radikal, tanpa kompromi, bertentangan dengan ajaran kedamaian agama.



Pemateri juga menjelaskan Faktor-faktor umum munculnya radikalisme Agama, yaitu karena adanya Interprestasi doktrin yang cenderung sempit, Kesetiaan dan solidaritas kelompok, Reaksi atas suatu penindasan, Benturan budaya, Konflik kepentingan, ekonomi, politik, dan hukum, Dendam sejarah ( historical resentment ), Perpaduan dari kesemua unsur tersebut, ditambah semangat purifikasi doktrin.



Adapun langkah-langkah efektif dalam deradikalisasi agama ini pemateri menyebutkan beberapa point penting, yaitu deradikalisasi harus dilakukan dengan cara persuasif dan tidak mengedepankan militerisme, Misinya adalah penegakan HAM, pendekatan humanisme dan komunikasi dua arah. Upaya ini penting untuk dilakukan pada kelompok-kelompok radikal, berdialog dengan para simpatisan dari anggota masyarakat yang terekspos paham-paham radikal.