SUKOHARJO – Komandan Kodim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Sahputra, S.E., menghadiri kegiatan Vicon Grand Launching Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tahun Ajaran 2026/2027, bertempat di SMAN 1 Sukoharjo, Jl. Pemuda No. 38, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 20 peserta. Hadir dalam kegiatan antara lain Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Sahputra, S.E., Pasi Teritorial Kodim 0726/Sukoharjo Kapten Inf Sutrisno, perwakilan SMAN 1 Sukoharjo, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo, perwakilan MAN 1 Sukoharjo, serta siswa-siswi SMAN 1 Sukoharjo.
Pelaksanaan ekstrakurikuler KKRI memiliki landasan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kepmendikdasmen) Nomor 136 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembinaan Kesadaran Bela Negara melalui Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia pada Jenjang Pendidikan Menengah. Keputusan tersebut ditetapkan pada 5 Mei 2026 dan menjadi acuan penyelenggaraan KKRI mulai tahun ajaran 2026/2027.
Dalam pelaksanaannya, KKRI merupakan kegiatan ekstrakurikuler pilihan bagi peserta didik. Program ini diarahkan untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, serta kesadaran bela negara.
Dalam sambutannya pada kegiatan Grand Launching, Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Letjen TNI Gabriel Lema menyampaikan bahwa peluncuran KKRI merupakan momentum penting dalam meletakkan dasar pembentukan generasi muda yang memiliki karakter, disiplin, tanggung jawab, serta wawasan kebangsaan.
menegaskan bahwa KKRI bukan wadah untuk melakukan militerisasi terhadap peserta didik. KKRI diarahkan sebagai wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, cinta tanah air, semangat persatuan, dan kesadaran bela negara sesuai dengan peran generasi muda.
“Menjadi anggota KKRI bukan berarti harus menjadi prajurit. KKRI bukan wadah untuk melakukan militerisasi terhadap peserta didik,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan KKRI membutuhkan dukungan berbagai pihak, khususnya guru dan pembina, untuk mendampingi peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab dan memiliki karakter kuat.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., menyampaikan bahwa semangat bela negara perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Melalui KKRI, peserta didik diharapkan memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, serta rasa cinta terhadap tanah air.
juga menegaskan bahwa KKRI bukan merupakan program militerisasi di lingkungan pendidikan, melainkan sarana pembentukan karakter, semangat persatuan, cinta tanah air, kedisiplinan, dan kesadaran bela negara.
Kehadiran Dandim 0726/Sukoharjo dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan Kodim terhadap sinergi antara dunia pendidikan dan unsur pertahanan dalam membangun generasi muda yang berkarakter serta memiliki kesadaran kebangsaan.
Melalui KKRI, diharapkan peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, menjunjung persatuan, serta siap memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.




