@ignielat (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
.
KODIM 0726/SUKOHARJO - WINNING HEARTS & MINDS ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦

FOTO SEJARAH KODIM 0726/SUKOHARJO

Wednesday, January 11, 2023

Petugas gabungan Sosialisasikan bahaya jebakan listrik untuk tikus sawah di desa Ngrombo Kec. Baki

Sukoharjo (11/01/23) Hama tikus merupakan hama endemik pada lahan persawahan di wilayah Kabupaten Sukoharjo, yang memiliki tingkat persebaran merata dengan tingkat perkembangbiakan yang terkadang sulit dikendalikan jika tidak diantisipasi lebih awal oleh para petani di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Salah satu cara yang sering digunakan oleh petani untuk menghambat hama tikus adalah dengan mengaliri sawah dengan aliran listrik. Petani beranggapan bahwa jebakan listrik sangat efektif membasmi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tikus. Banyak petani yang belum tahu undang-undang bahwa memasang jebakan listrik yang bisa membahayakan seseorang dapat dikenakan hukuman pidana.

Efektifitas jebakan listrik tentu saja tidak sebanding dengan faktor bahayanya bagi jiwa manusia, hal inilah yang menjadi perhatian para aparat di wilayah termasuk Babinsa desa Ngrombo, Kec. Baki, Kab. Sukoharjo. Babinsa Koptu Fredy bersama anggota Polsek Baki serta Perangkat Desa melaksanakan sosialisasi perihal larangan jebakan hama sawah menggunakan aliran listrik pada hari Selasa (10/01/23) di persawahan desa Ngrombo.

Para petugas menyampaikan langsung kepada para petani bahwa penggunaan arus listrik di bawah standar terutama diterapkan pada jebakan tikus yang dapat membahayan dirinya dan orang lain serta menyebabkan hilangya nyawa seseorang dapat dikenakan sangsi hukuman pidana.

Setelah adanya sosialisasi ini diharapkan petani dapat lebih hati-hati dan tidak lagi menggunakan jebakan tikus dengan menggunakan arus listrik dan mencabut instalasi listrik jebakan tikus yang sudah terpasang di sawah.

"Masih banyak cara yang efektif dalam pengendalian hama OPT tikus yaitu dengan membuat rumah burung hantu (Rubuha) yang nantinya agar menjadi tempat hunian burung hantu. Burung hantu merupakan burung predator yang dapat memangsa tikus, Burung Tyto alba ini bisa efektif memburu tikus yang jauh dari jangkauan pengawasan petani, Kodim 0726/Sukoharjo sudah mensosialisasikan beberapa tahun yang lalu," tutur Babinsa.

Selain itu Gropyokan Tikus yang berkelanjutan untuk membasmi OPT Tikus juga sangat efektif, tentunya gropyokan tikus tidak hanya dilakukan sekali saja tapi dijadwal beberapa kali agar tikus dan anakanya dapat tertangkap secara masive.

Hadir dalam kegiatan ini Babinsa Koramil 08 Baki Kopda Bagyo Fredy Prasetyo, Bripka Aris Krisbiantoro (Bhabinkamtibmas Ds.Ngrombo), Bp.Sekti (Kasi Kesra Ds.Ngrombo), Bp.samin (Ketua P3A Ds.Ngrombo) serta Kelompok Tani Karya 1 Desa Ngrombo.