@ignielat (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
.
KODIM 0726/SUKOHARJO - WINNING HEARTS & MINDS ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦

FOTO SEJARAH KODIM 0726/SUKOHARJO

Thursday, June 16, 2022

Koramil 02 Nguter Cek Harga serta ketersediaan Migor di pasaran agar tidak terjadi kenaikan harga

Sukoharjo (16/06/22) Koramil 02 Nguter bersama anggota Polsek Nguter kembali melaksanakan pemantauan serta pengecekan stok ketersediaan minyak goreng beserta harganya di pasaran, terutama harga dari minyak goreng curah. 

Pengecekan ini dilakukan oleh anggota koramil dan Polsek untuk memperoleh data tentang ketersediaan serta harga kebutuhan pokok masyarakat khususnya minyak minyak goreng dipasar tradisional yang beberapa waktu yang lalu terjadi kelangkaan di pasaran.

Sambil melaksanakan Komsos dan perbincangan ringan, anggota Koramil mengingatkan kepada warga pasar di kios-kios sembako agar harga minyak goreng curah yang dijual kepada masyarakat tidak boleh melanggar harga HET sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pengecekan harga migor di pasaran oleh aparat tersebut untuk menstabilkan harga minyak goreng dipasaran sesuai Permendag No 11 Tahun 2022 serta mengantisipasi adanya penimbunan minyak goreng di wilayah.

" Kepada para pedagang Babinsa menghimbau agar tetap menjual minyak goreng sesuai HET karena pasokan dari distributor juga tidak ada kendala, kami yakinkan untuk terus memantau harga minyak curah yang dijual ditoko-toko dan pasar agar harganya tetap berpatokan pada HET sesuai keputusan pemerintah pusat, agar tidak terjadi kenaikan harga sepihak yang merugikan konsumen, " tukas Peltu Agus Supriyanto.