@ignielat (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
.
KODIM 0726/SUKOHARJO - WINNING HEARTS & MINDS ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦

Sunday, October 18, 2020

Pendekatan lebih humanis, diharapkan edukasi protokol kesehatan lebih mengena

Sukoharjo (18/10/20) Melaksanakan protokol kesehatan di masa pandemi covid 19 ini diharapkan menjadi sebuah kewajiban, bahkan diharapkan menjadi gaya hidup baru, untuk itu diperlukan usaha keras kita semua untuk mewujudkannya.

Protokol kesehatan sudah menjadi kebutuhan dan standar hidup bagi orang yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan agar tidak tertular virus covid 19. Dimana wilayah Kabupaten Sukoharjo, status KLB pandemi covid 19 belum dinyatakan berakhir, akibat masih ditemukannya warga yang terkonfirmasi covid 19.

Kali ini Babinsa Desa pondok Koramil 02/Nguter, Sabtu (17/10), menyambangi pasar dan berinteraksi dengan beberapa pedagang sayur-mayur dalam suasana penuh keakraban. Sambil berbincang-bincang santai Babinsa tampak memberikan masukan-masukan dan edukasi berkaitan dengan pendisplinan protokol kesehatan kepada para pedagang.

Walaupun masih belum banyak dari pedagang yang menyiapkan tempat cuci tangan atau membawa hand sanitizer namun rata-rata para pedagang sudah sadar untuk menggunakan masker. Namun, ada beberapa dari pengunjung pasar yang masih mengenakan masker dengan tidak benar.

"Untuk ibu-ibu yang sudah sepuh memang memakai masker kadang menjadi kendala sendiri apabila dalam jangka waktu yang lama, mungkin nafas terasa engap setelah beberapa jam, untuk sesekali berapa detik kami sarankan untuk diturunkan, setelah cukup lega bisa dikenakan lagi dengan benar," kata Babinsa. Dalam hal ini Babinsa dalam memberikan edukasi kepada warga tampak lebih humanis dan lebih menekankan pendekatan yang lebih lunak, sehingga diterima oleh masyarakat.

Dengan teknik ini diharapkan tidak ada ketakutan masyarakat terhadap aparat, untuk edukasi kami juga tidak melakukan tindakan tegas, kecuali saat operasi yustisi, Kegiatan ini yang akan kami lakukan secara berkesinambungan diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran dari pribadi masyarakat itu sendiri," papar Sertu Handoko.