@ignielat (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
.
KODIM 0726/SUKOHARJO - WINNING HEARTS & MINDS ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦

Wednesday, June 3, 2020

AKHIRNYA RUMAH MBAH MARIYAM DIBONGKAR DAN DIBEDAH ANGGOTA KODIM & MASYARAKAT


Sukoharjo (03/06/20) Pada hari Selasa (02/06) pukul 08.00 s.d selesai WIB bertempat di Kp. Kedung Gudel RT 01 RW 03 Kel. Kenep Kec. Sukoharjo Kab. Sukoharjo Anggota Kodim 0726/Sukoharjo melaksnakan kegiatan Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) warga yang tidak mampu an. Ibu Mariyam (Janda) warga Kp. Kedung Gudel RT 01 RW 03 Kel. Kenep Kec. Sukoharjo Kab. Sukoharjo.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa sejak beberapa waktu yang lalu ini, sekarang direalisasi berkat dukungan oleh semua fihak yang terkait baik fihak desa maupun masyarakat dan instansi yang terkait.

Hari pertama pelaksanaan bedah rumah dihadiri Kapten CZI Hartono (Danramil 01 Sukoharjo mewakili Dandim 0726/Sukoharjo), Brigadir Yayan Budi (Bhabinkamtibmas Kel. Kenep mewakili Kaposek Sukoharjo), Mudiarso S.Sos (Lurah Kenep), Sumedi (Ketua RW 3 Kp. Kedung Gudel) dan Budi Sri Sudarsono (Ketua RT 1 RW 3 Kp. Kedung Gudel).


Pekerjaan didukung oleh 20 Anggota Kodim 0726/Sukoharjo dan 20 Warga masyarakat sekitar rumah Ibu Mariyam yang hadir saat itu. Pak Mudiarso S.Sos selaku Lurah Kenep menyampaikan banyak terima kasih, kegiatan ini akhirnya terealisasi menindaklanjuti kunjungan dari Bapak Dandim 0726/Sukoharjo pada hari-hari yang lalu bahwa di rumah Ibu Mariyam ini rumah yang ditempatinya dalam keadaan yang tidak layak huni. Sehingga menimbulkan keprihatinan bagi jajaran Kodim 0726/Sukoharjo.

Dengan kebersamaan masyarakat dan TNI AD mewujudkan kemanunggalan serta juga berbagai pihak elemen masyarakat wujud dari persatuan dan kesatuan dari jajaran pemerintah, TNI dan juga masyarakat. "Ini satu hal kegotongroyongan yang wajib kita pupuk sehingga kedepan antara TNI dan masyarakat betul-betul manunggal seperti apa yang diharapkan dari jajaran," tukas Pak Lurah.

" Terakhir kami menitipkan masyarakat kami dan perangkat kami serta seluruh jajaran Kodim 0726/Sukoharjo untuk bersama-sama bersatu padu dari awal sampai akhir, dan apa yang kita lakukan pada pagi ini sampai nanti bangunan rumah yang baru ini terwujud kita selalu dalam lindungan Allah SWT," pungkasnya.

Sementara itu dalam sambutannya Danramil 01 Sukoharjo Kapten Czi Hartono mewakili Dandim 0726/Sukoharjo menyampaikan bahwa pada pagi hari ini semua sudah siap untuk memulai pembongkaran dan pembangunan rumah Ibu Mariyam sekeluarga.

"Mudah-mudahan apa yang menjadi niat baik dari Bapak Dandim 0726/Sukoharjo dan tim serta jajaran, Pak Lurah beserta warga dengan rezeki yang diterima Ibu Mariyam mendapatkan barokah dan lancar dalam pelaksanaan pembangunan bedah rumah ini," kata Pak Danramil.

" Mari bersama-sama kita mulai kegiatan bedah rumah Ibu Mariyam pagi hari ini dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, pada pagi hari ini hari Selasa tanggal 2 Juli 2020 rumah Ibu Maryam kita mulai untuk melaksanakan bedah rumah dan pembangunan rumah yang baru," pungkasnya.

Setelah kegiatan seremonial tersbut para anggota Kodim 0726/Sukoharjo beserta warga masyarakat di RT 01 RW 03 akan memulai merobohkan rumah bangunan dimulai dengan penurunan genteng, kaso-kaso dan dilanjutkan dengan merobohkan gedeg/dinding bambu serta dinding bata yang rapuh itu.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dari Dandim 0726/Sukoharjo terhadap warga yang tidak mampu an. Ibu Mariyam warga Kp. Kedung Gudel RT 01 RW 03 Kel. Kenep Kec. Sukoharjo yang rumah tidak layak huni, beliau seorang janda yang memiliki 6 orang anak dan 4 anaknya mengalami gangguan kejiwaan sedangkan 2 anaknya yang lain diadopsi dan sekarang tinggal di NTT dan Semarang.