@ignielat (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
.
LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦
PENUTUPAN TMMD REGULER KE-104 KODIM 0726/SUKOHARJO DI DS. CELEP, KEC. NGUTER, KAB. SUKOHARJO -- TANGGAL 27 MARET 2019 DI LAPANGAN DS. CELEP

Tuesday, March 5, 2019

JAMAN MILENIAL MASIH BAB DI SUNGAI, SATGAS TMMD REGULER KE-104 MENGATASINYA



Sukoharjo (05/03/2019) - Dalam momentum TMMD Reguler ke-104 di desa Celep, kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo tepatnya Warga dukuh Sambirejo RT. 03/RW 05, Desa Celep, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, keluarga Pak Paidi dan Rukino adalah 2 (dua) Kepala Keluarga (KK) dari 11 (sebelas) KK yang mendapatkan bantuan Jambanisasi pada TMMD Reguler ke-104 di desa Celep, Nguter, Sukoharjo (05/03).

Rumah Keluarga Rukino tepat berada di depan rumah keluarga Paidi, seluruh anggota keluarga Rukino dan Paidi selama belum memiliki Jamban sampai saat ini, apabila BAB (buang air besar) dilakukan di sekitar rumahnya (kebon) dan sering dilakukan di sungai yang berada di seberang jalan samping rumahnya. Suatu yang ironis memang bila dirasakan, dijaman yang dikenal dengan sebutan "jaman milenial" masih ada beberapa keluarga di wilayah ini bila BAB dilakukan di sungai. Tentu kebiasaan ini jauh dari harapan kita semua akan tetapi peristiwa ini benar-benar terjadi. 

Pada musim kemarau tentunya keadaan sungai tidak begitu banyak airnya, tetapi pada musim hujan seperti saat ini tentu kondisi arus air yang deras dan kondisi sungai yang dalam membahayakan untuk putra-putri Pak Rukino dan Paidi, apalagi orang tua/ibu Pak Rukino yang sudah berusia 90 tahun. "Saya sudah nabung, nyijil beli bis beton 2 buah rencana mau membuat jamban, eh ternyata dapat bantuan, terima kasih banyak satgas TMMD, saya senang sekali kesulitan kami sekeluarga diatasi," ujar Paidi kepada Koptu Eko, salah satu anggota Satgas TMMD. Saat ini pembangunan jamban tengah dilakukan oleh anggota TNI dan masyarakat sekitar. Ke depan diharapkan jamban telah bisa digunakan sehingga keluarga Pak Paino dan Rukidi tidak lagi BAB di sekitar rumah aatau di kebun.  Semoga ke depan di jaman milenial ini tidak ada lagi masyarakat yang BAB di sungai atau disekitar rumahnya, Satgas TMMD Reguler ke-104 telah mengatasinya. (TRP)