@ignielat (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
.
LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦

Friday, July 27, 2018

DANDIM HADIRI SARASEHAN NASIONAL PERKOPERASIAN DI BEST WESTERN SOLOBARU

Sukoharjo (27/07/18) Bertempat di kegiatan Sarasehan Nasional Perkoperasian oleh Mentri Koperasi dan UKM RI di Hotel Best Western Solo Baru, Grogol, Sukoharjo Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa, S.IP,M.Tr (Han) meghadiri kegiatan Sarasehan Nasional Perkoperasian oleh Mentri Koperasi dan UKM RI, Kamis (26/07). Hadir Menteri Koperasi dan UKM bapak Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga sebagai keynote speaker sekaligus membuka acara yang didampingi Ibu Bintang Puspayoga.


Tampak hadir menyambut Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM, Dandim 0726/Sukoharjo dan Kapolres Sukoharjo, Ketua TP. PKK Kabupaten Sukoharjo selaku Pembina Koperasi Bunda Hj. Etty Suryani, SE, Forkopimda, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng Dra. Ema Rahmawati, M.Hum, Kepala Bank Pengelola KUR serta narasumber pakar koperasi dari LPPM UNS Surakarta Prof. Ir Endang Siti Rahayu, MS dengan moderator Kunto Adi, SP, MP dari LPPM UNS.




Dalam sambutan Bupati yang dibacakan secara penuh oleh Wakil Bupati H. Purwadi SE.,MM, menyampaikan apresiasi serta mengucapkan selamat datang kepada Menkop UKM serta menyampaikan, dengan terbitnya SK Menkop dan UKM RI tentang pembubaran koperasi, jumlah koperasi Sukoharjo tinggal 429. Jumlah itu berkurang dari sebelumnya 804 unit koperasi karena 375 koperasi yang tidak aktif telah dibubarkan.

Menurut menteri dalam sarasehan ini bahwa peningkatan ekonomi dan pemeratakan kesejahteraan masyarakat, salah satu solusinya adalah dengan pemberdayaan koperasi. Dalam hal ini pemerintah tengah menggalakkan gerakan reformasi total koperasi. Ada tiga langkah yang dilakukan, yaitu reorientasi koperasi, rehabilitasi koperasi dan pengembangan koperasi.

Reorientasi koperasi salah satunya dengan pembubaran koperasi yang tidak aktif, orientasinya bukan lagi berdasarkan kuantitas atau jumlah melinkan kualitas koperasi. tandasnya. Sedangkan untuk rehabilitasi koperasi dalam hal ini pemerintah melakukan perbaikan database koperasi. Sebelumnya, data koperasi di Indonesia mencapai 200 ribu lebih. Saat ini, database koperasi mencapai 80 ribu yang sehat. Selain itu, sebanyak 75 ribu koperasi tengah dibina. Pembinaan dilakukan oleh kepala daerah baik gubernur, bupati/walikota. “Sampai saat ini sekitar 50 ribu koperasi sudah dibubarkan karena tidak aktif, bisa saja yang 75 ribu itu juga bisa dibubarkan kalau tidak bisa dibina,” papar menteri.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sukoharjo Sutarmo, SE., M.Pd selaku penyelenggara melaporkan kegiatan sarasehan nasional dengan Menkop UKM dan Bupati Sukoharjo ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka hari Koperasi ke-71 Kabupaten Sukoharjo dan bertujuan sebagai forum untuk menampung aspirasi dari Gerakan Koperasi dalam menciptakan iklim dan kondisi yang medorong pertumbuhan serta pemasyarakatan koperasi.