@ignielat (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
.
LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦

Friday, June 24, 2016

DANREM 074 WRT TINJAU JEMBATAN SESEK YANG PUTUS DI TERJANG BANJIR



Jum;at (24/6/2016) Dengan mengendarai kendaraan roda dua trail Kawasaki KLX  Komandan Korem 074/Warastratama Surakarta Kolonel Inf Maruli Simanjuntak, M. Sc mengunjungi Kodim 0726/Sukoharjo. Danrem yang datang tanpa pengawalan di terima  Kepala Kodim 0726 Sukoharjo Mayor Inf Nunung Wayu Nugroho, SE didampingi oleh Para Pasi Kodim.
Dalam kunjungannya Danrem ingin melihat lebih dekat kondisi wilayah Sukoharjo pasca banjir Sabtu malam  (19/6/2016) yang lalu di Wilayah kabupaten Sukoharjo. Dalam kesempatan tersebut Danrem milihat langsung jembatan sesek yang berada Di Desa Tanjung Kec. Nguter, Sukoharjo, yang menjadi akses warga setempat sebelum diterjang aliran Sungai Bengawan Solo. Di lokasi rombongan Danrem 074 WRT, Pasi Ops Kodim, Pasi Intel dan Provos Kodim di terima tokoh Muspika kecamatan Nguter dan muspika kecamatan Bulu Camat Nguter Setyo Aji Nugroho S.Sos menyampaikan  di Desa Tanjung terdapat empat rukun tetangga (RT) dan dua rukun warga (RW) dan dihuni 200-an keluarga. penduduk harus menggunakan jembatan sesek jika ingin bekerja, pergi ke sawah, bersekolah, atau menjual hasil pertanian. “Jembatan sesek urat nadi perekonomian warga Desa Tanjung Kecamatan Nguter dan Desa Lengking Kecamatan Bulu. Yang jadi masalah  tiap musim hujan jembatan selalu jebol akibat diterjang aliran Sungai Bengawan Solo seperti yang kita lihat sekarang . Kalau sudah begitu penduduk harus menggunakan perahu satang (perahu dengan dayung bambu) untuk menyeberang. Parahnya, perahu yang kami miliki sudah tidak bisa digunakan lagi”. Dia melanjutkan jika kondisi tersebut terjadi penduduk harus melewati lima desa di Kecamatan Bulu, Nguter, Sukoharjo, dan Selogiri, Wonogiri yang jauhnya mencapai 5 km, jika ingin pergi ke wilayah lain.