@ignielat (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
.
LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦

Wednesday, December 23, 2015

TNI DAN GAPOKTAN TANI SUBUR DS. TANJUNG NGUTER GROPYOK TIKUS



Rabu (23/12/2015) Anggota TNI dari Koramil 2 Nguter bersama Gapoktan Tani Subur desa Tanjung Kecamatan Nguter, melakukan gropyokan tikus dalam rangka persiapan menghadapi musim tanam (MT) I.
Babinsa Desa Tanjung Sertu Sarjoko mewakili Danramil 2 Nguter menyatakan “ melalui kerja sama TNI dengan petani diharapkan dapat membantu petani. Kegiatan gropyokan tikus yang dilaksanakan mulai kemarin dan akan berlanjut dan berpindah pindah, diharapkan kebersamaan ini bisa membantu para petani dalam mengatasi permasalahan hama tikus yang sangat merugikan” tandasnya.
Ibu Narni PPL Desa Tanjung menyebutkan “ wilayah Desa tanjung memiliki luas lahan 105 Hektar terbagi dalam tiga kelompok tani antara lain kelompok tani Ngudi Bagiyo, kelompok tani Ngudi Rejeki, kelompok tani Ngudi Makmur ketiganya tergabung dalam Gapoktan Tani Subur desa Tanjung. Disamping hama batang coklat yang kerap merusak tanaman padi, hama tikus menjadi momok menakutkan petani di desanya, jika di biarkan serangan tikus dapat menyebabkan gagal panen, namun berkat kesigapan para petani pada MT III kemarin dapat menikmati hasil panen yang cukup baik kisaran 7- 8 ton perhektar, dan kami berharap pada MT I yang akan datang mandapatkan panen yang melipah”.  ungkapnya di sela-sela kegiatan. Bapak Agus ketua kelompok tani Ngudi Makmur menjelaskan “ gropyokan tikus yang dilakukan petani bersama anggota TNI dari Koramil bertujuan meminimalisasi risiko serangan menghadapi MT I. Menurut dia kegiatan serupa akan dilakukan secara rutin untuk mencegah kerusakan tanaman dan gagal panen seperti tahun lalu karena sangat merugikan petani. Ratusan ekor tikus berhasil di musnahkan dengan cara pengasapan, pengairan pada lubang/sarang tikus dan di racun, sedangkan untuk obat pengasapan diperoleh dari bantuan Dinas Pertanian Sukoharjo berupa Apostan.