Sukoharjo – Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Halaman Setda Kabupaten Sukoharjo, Jalan Jenderal Sudirman No. 199, Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Senin (1/6/2026).
Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sukoharjo Hj. Etik Suryani, S.E., M.M. selaku Inspektur Upacara dan diikuti sekitar 600 peserta dari unsur TNI, Polri, ASN, organisasi masyarakat, pelajar, serta berbagai komponen masyarakat lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Sahputra, S.E., Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, S.E., Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo Nurjayanto, S.P., unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang dibacakan oleh Bupati Sukoharjo, disampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila dinilai sebagai bintang penuntun bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, hingga ancaman disintegrasi. Di tengah keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia, Pancasila terbukti mampu menjadi perekat persatuan sekaligus fondasi dalam menjaga stabilitas dan kedamaian.
Selain itu, Indonesia juga memiliki tanggung jawab untuk turut mewujudkan perdamaian dunia sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945. Nilai-nilai Pancasila menjadi dasar dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif serta dalam upaya menjembatani berbagai perbedaan demi terciptanya perdamaian dan keadilan global.
Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 juga menjadi ajakan kepada seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam setiap tindakan, serta terus menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan upacara berlangsung dengan khidmat, tertib, dan lancar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa harus senantiasa berlandaskan nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial demi mewujudkan Indonesia yang maju, kuat, dan berdaulat.








