@ignielat (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
.
KODIM 0726/SUKOHARJO - WINNING HEARTS & MINDS ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦

FOTO SEJARAH KODIM 0726/SUKOHARJO

Monday, January 9, 2023

Babinsa Koramil 02 Nguter dampingi Kader Jumantik dan peserta KKN Undip periksa Jentik Nyamuk di rumah warga

Sukoharjo (09/01/23) Musim hujan ini, masyarakat diminta lebih intens melakukan upaya antisipasi penyebaran penyakit demam berdarah (DB). Menyikapi hal tersebut Babinsa desa Nguter Koramil 02 Nguter Sertu Fredy Joko Sudibyo beserta tim gabungan Pemerintah Desa Nguter, Bhabinkamtibmas desa Nguter, Kader Jumantik Ds. Nguter, dan Puskesmas Nguter serta KKN UNDIP Semarang, melakukan monitoring dan evaluasi pemeriksaan jentik nyamuk di rumah -rumah warga RW 10 desa Nguter.

Fokus pemeriksaan adalah jentik-jentik nyamuk yang berada di tampungan air warga serta tempat - tempat yang menjadi genangan air hujan. Dalam kesempatan tersebut, petugas /juru jentik juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan/pemantauan jentik di wilayahnya dengan minimal teknik dasar 3M Plus, Menguras, Menutup, dan Mengubur, Plus kegiatan-kegiatan pencegahan seperti membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menaburkan bubuk larvasida di tempat-tempat air yang sulit dibersihkan, tidak menggantung pakaian di dalam rumah.

Selain itu tidak menggunakan gorden yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, menggunakan obat nyamuk/anti nyamuk, serta membersihkan lingkungan sekitar, terutama pada musim penghujan.

Dalam monitoring tersebut, selain bak mandi, petugas gabungan juga melakukan pemeriksaan benda-benda di luar rumah yang dapat menjadi tempat penampungan air seperti bekas botol, kaleng, ban, dan tunggak bambu. Barang-barang tersebut berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan jentik nyamuk.

Disamping itu perlu pula diperhatikan intensitas monitoring jentik. Supaya efektif, pemantauan semestinya dilakukan secara rutin paling tidak seminggu sekali. Hal ini dikarenakan telur nyamuk akan menetas dan berkembang menjadi nyamuk dewasa dalam kurun waktu satu minggu.

Kades Nguter Bpk Gandung Toni Hartono Amd mengatakan, saat ini kader jumantik di masing-masing desa sudah melakukan jadwal pemantauan secara rutin ke rumah-rumah warga. Bahkan di masing-masing RT sudah memiliki kader.

"Kader jumantik di Kec. nguter sangat aktif melakukan pemantauan. Mereka juga memiliki jadwal rutin untuk kunjungan ke rumah. Hal tersebut diharapkan dapat memutus perkembangbiakan nyamuk." ujar beliau.

Tujuan diadakan grebek jentik ini adalah untuk memotivasi masyarakat agar selalu sadar bahaya demam berdarah. Dalam forum Babinsa desa Nguter Sertu Fredy Josud menyampaikan beberapa himbauan selain Jumantik, ibu-ibu juga warga masyarakat desa Nguter di mohon tanggap situasi dalam artian dengan di hadapkan dengan situasi cuaca yang tidak menentu di mohon informasi yang secepatnya bilamana terjadi bencana di sekitarnya.

"Diusahakan agar Tim Jamunas Nguter cepat dalam mengambil langkah penanganannya. Seperti halnya kejadian pohon tumbang di 6 desa akhir tahun kemarin, sudah bisa kita atasi itu semua berkat informasi yang cepat sehingga masyarakat yang terdampak tidak menunggu lama merasakan dampak dari suatu bencana/musibah," terang Babinsa.