@ignielat (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
.
KODIM 0726/SUKOHARJO - WINNING HEARTS & MINDS ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦

FOTO SEJARAH KODIM 0726/SUKOHARJO

Thursday, August 12, 2021

Operasi Yustisi penegakan prokes kepada para Pelintas jalan di Gatak, Petugas himbau kurangi mobilitas tidak penting

Sukoharjo (12/08/21) Guna mencegah penyebaran Covid – 19, Koramil 07/Gatak bersama Satgas Covid-19 Kec. Gatak melaksanakan himbauan 5M di wilayah. Hal ini terkait dengan pemberlakuan PPKM Level 4 yang masih diperpanjang di wilayah Kabupaten Sukoharjo dikarenakan lonjakan kasus covid 19 di Kabupaten Sukoharjo mengalami kenaikan yang cukup tinggi hingga hari ini, sehingga himbauan Prokes semakin diintensifkan disemua wilayah.

Bati Tuud Koramil 07/Gatak Peltu Agus Marjoko menyampaikan disamping melaksanakan patroli wilayah juga melaksanakan himbauan 5M terhadap warga yang tidak pakai masker dengan sasaran para pelintas jalan, yang sedang melakukan aktifitas rutin sehari-hari.

"Kegiatan ini akan terus kami intensifkan dalam rangka mensukseskan program PPKM Level 4 yang tengah diberlakukan, hal ini untuk menekan laju lonjakan kasus covid 19 di wilayah Sukoharjo," tukas Bati Tuud.

"Kepada warga kami juga menghimbau agar menghentikan mobilitas yang tidak perlu, tidak perlu keluar-keluar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak, untuk mengurangi interaski warga masyarakat sehingga menekan risiko persebaran covid 19, " lanjut Peltu Agus Marjoko.

Dengan berkurangnya mobilitas masyarakat, interaksi akan berkurang, resiko kerumunan semakin kecil, sehingga resiko persebaran covid 19 dapat ditekan secara maksimal. Upaya ini diyakini dapat mengurangi resiko penularan covid-19 terutama dari orang yang terinfeksi kepada orang lain.

"Secara umum gerakan 5M sudah difahami oleh masyarakat, kami sebagai aparat hanya mengingatkan dan menegor jika ada keteledoran warga yang tidak melaksanakan Prokes, " tukas Serma Sunardi.