@ignielat (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
.
LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦

Friday, May 17, 2019

BABINSA GROGOL HADIRI PERKENALAN PROGRAM HARMONI DI NEW PARADISO SOLOBARU, SUKOHARJO


Sukoharjo (17/05/19) Pelda Raharjo ( mewakili Danramil 09 Grogol ) pada hari Kamis (16/05) pukul 16.00 wib, bertempat di New Paradiso Resto Jln. Diponegoro Madegondo Solo Baru Kec. Grogol telah dilaksanakan acara perkenalan program Harmoni ( WTC 1 Sudirman Jln. Jend. Sudirman Kav. 29 Jakarta ).


Program harmoni merupakan program 4 tahunan, dalam pelaksanaanya HARMONI bermitra dengan pemerintah serta berbagai lembaga dan organisasi masyarakat ( LSM) di Indonesia. Harmoni merupakan program 4 tahunan oleh Management System International Inc. ( MCI ) bersama Love France dan Search For Vommn Ground yang di mulai sejak tanggal 24 Juli 2018. Dalam pelaksanaanya HARMONI bermitra dengan pemerintah serta berbagai lembaga dan organisasi masyarakat ( LSM) di Indonesia.




Hadir dalam acara tersebut Bagas Windaryatno S.P ( Camat grogol ), Ipda Joko Sutarto S.Sos ( mewakili Kapolsek ), Pelda Raharjo ( mewakili Danramil Grogol ), Umelto Labetubun ( senior technical Advisor Harmoni Indonesia ), Sofwan Faisol Sifyan ( fasilitator ), Aito ( Harmoni ), Marjuki ( Kepala desa Madegondo ), Narwan ( kepala desa Langenharjo ).

Tujuan Harmoni adalah meningkatkan ketangguhan masyarakat Indonesia terhadap intorerasi dan memperkuat nasionalisme dengan memberikan dukungan kepada masyarakat termasuk lembaga pemerintah, komunitas lokal, pekerja migran beserta keluarganya serta pengembangan sistem reintegrasi kepada individu dan dan keluarga yang sebelumnya mempercayai dan mengunakan upaya kekerasan sebagai jalan perjuangan keagamaan.