@ignielat (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
.
LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦

Friday, February 15, 2019

BABINSA KORAMIL 02 NGUTER BANTU WARGA BURU HAMA TIKUS DI DESA PONDIK

Sukoharjo (15/02/19) Salah satu meningkatkan produk hasil pertanian adalah dengan mengurangi dan membasmi hama tanaman. Secara tradisional tikus adalah merupakan hama endemik wilayah persawahan yang ditanami padi. Merupakan hama utama yang setiap saat selalu merugiak petanai baik saat musim tanam maupun saat musim panen.


Binatang pengerat ini dikenal sebagai hewan yang sangat cepat berkembang biak dan sulit dikendalikan. Tikus sawah dapat berkembang biak mulai umur 1,5-5 bulan. Setelah kawin, masa bunting memerlukan waktu 21 hari. Seekor tikus betina melahirkan rata-rata 8 ekor anak setiap kali melahirkan, dan mampu kawin lagi dalam tempo 48 jam setelah melahirkan serta mampu hamil sambil menyusui dalam waktu yang bersamaan.





Babinsa sebagai apkowil di wilayah harus senantiasa sigap menyikapi keluhan warganya, seperi pada hari Kamis(14/02) pukul 08.30 wib, Babinsa Koramil 02 Nguter wilayah desa Pondok Sertu Handoko Saputro saat itu membantu para petani di wilayah desa binaannya melaksanakan kegiatan gropyokan tikus diarea persawahan desa Pondok.

Diikuti sekitar 50 orang petani perburuan tikus tersebut baerhasil sekitar 200 ekor tikus tertangkap saat itu. Kegiatan juga dihadiri 2 orang dari Dinas Pertanian Sukoharjo, 4 orang dari Dinas Pertanian Nguter, anggota Poktan Tani Mulyo 40 orang dan para Petani dan masyarakat pemilik sawah di sekitarnya.